Sst..Ada Oknum ASN Bengkulu Utara Diduga Lakukan Penipuan Iming-iming Kerja

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Dunia Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali mendapatkan ujian, atas ulah oknum ASN yang jelas menjatuhkan marwah ASN. Bagaimana tidak, baru-baru ini informasi diterima ada oknum ASN di Bengkulu Utara, yang disebut diduga telah melakukan tindakan kriminal yakni dugaan penipuan. Dimana, oknum ASN tersebut berinisial Az, yang diduga telah mengiming-imingi pekerjaan dan meminta uang terhadap salah satu masyarakat Bengkulu Utara sebut saja korbannya Di (38) warga Kecamatan Arma Jaya Bengkulu Utara. Alhasil, pekerjaan tidak didapat oleh putra korban berinisial Fe, uang pun tidak kembali.

Kepada awak media, Di yang merupakan korban mengatakan, sudah berulangkali berupaya dengan cara baik, untuk meminta uangnya dikembalikan oleh oknum ASN ini. Mengingat, apa yang dijanjikan terhadap putranya di Jakarta, justru tidak pernah terwujud. Ironisnya lagi, putranya sempat terlantar nyaris tidak makan, hingga akhirnya dijemput pulang kembali ke Bengkulu Utara.

“Saya sudah pasrah om, saat ini berulangkali kekecewaan saya ini tidak direspon baik oleh oknum ASN ini. Dimana, sudahlah putra saya tidak jadi dapat kerja, terlantar juga. Ini saat dimintai kembali uang yang pernah diminta, justru tidak kembali juga. Saya sangat kesal dengan ulah oknum ASN ini,” ujarnya.

Berikut Kronologisnya

Di pun membeberkan, kronologis awal mula ia menjadi korban dugaan penipuan oleh oknum ASN ini. Dimana, kejadian ini bermula ketika salah satu temannya ditawarkan pekerjaan untuk menjadi satpam di salah satu perusahaan di Jakarta. Namun, ketika itu temannya tidak memiliki anak laki-laki, sehingga informasi bagus ini di sampaikan kepadanya. Mendapatkan informasi ini, ia pun berharap banyak dan langsung mendatangi oknum ASN yang katanya jalurnya melalui keluarga oknum ASN ini.

Ketika, dirinya mendatangi oknum ASN ini, oknum ASN ini mengatakan pihaknya hanya menyediakan uang sebesar Rp. 4 Juta, dengan dalih untuk keperluan administrasi serta pengadaan seragam putranya nanti. Dengan tergopoh-gopoh, meminjam kesana-kemari korban pun mendapatkan uang tersebut, dan memenuhi apa yang menjadi persyaratan yang diminta oleh oknum ASN ini. Dimana, Di diiming-imingi putranya dipastikan lolos menjadi satpam.

“Saat itu, saya sudah bersusah payah om mencari uang yang diminta itu. Dengan cara meminjam kesana kemari, demi anak saya agar mendapatkan pekerjaan yang ditawarkan itu,” bebernya.

Lebih jauh Di menjelaskan, setelah uang diterima tidak berselang lama, putranya diminta berangkat ke Jakarta untuk mengikuti tes yang disampaikan. Namun mirisnya, ketika di Jakarta dan mengikuti tes, putranya tidak kunjung mendapatkan panggilan kerja hingga 2 bulan lebih. Alhasil, putranya pun terlantar untuk makan pun dalam kesulitan.

Sehingga, ia pun berinisiatif menjemput kembali putranya untuk pulang. Setibanya di Bengkulu Utara, ia pun langsung mendatangi oknum ASN ini, untuk mempertanyakan janji yang dimaksud, dan menagih uang yang sudah ia berikan untuk dikembalikan, mengingat uang itu didapatkan dari pinjaman.

“Sayangnya, ketika saya bertemu dengan oknum ASN ini, bukannya jawaban yang bagus yang saya dapatkan, justru kata-kata yang cukup menyakitkan hati saya. Kemudian ketika saya menagih, oknum ASN ini terus menghindar, dan meminta bersabar. Namun hingga saat ini, uang saya tidak kembali, dan saya berniat untuk membawa masalah ini ke jalur hukum,” demikian Di.

Oknum ASN Tantang Proses Hukum

Sementara itu, ketika awak media meminta konfirmasi dengan oknum ASN ini tepat pada peresmian GOR Perjuangan, ia membantah keras atas apa yang sudah dialami oleh korban Di. Dijelaskan oleh Az (Oknum ASN,red), uang yang pernah dimintanya itu bukan untuk dirinya, melainkan dikirim ke relasinya yang berada di perusahaan di Jakarta. Sehingga, apa yang ditudingkan kepadanya dianggapnya tidak benar. Ia pun berkilah, kalau ingin dibawa ke jalur hukum ia pun siap mempertangungjawabkannya, dan siap di proses hukum, jika dirinya terbukti telah melakukan perbuatan yang ditudingkan kepadanya.

“Tidak benar itu pak, saya hanya berniat menolong, kok malah jadi saya yang di kejar-kejar. Uang yang diberikannya itukan, langsung saya kirim ke relasi saya di Jakarta. Saya hanya memfasilitasi, bukan seperti apa yang ditudingkan. Kalau bisa, tidak perlulah, diberitakan kayak gini, namanya kita bergaul itu bukan saat ini saja, besok-besok kita pasti akan ketemu. Kalau, pun Dia (Di,red) mau memproses secara hukum, ia apa boleh buat saya hadapi,” tandasnya dengan singkat.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment